"Siapa yang melakukan kebaikan balasan nya tidak akan hilang..
Perbuatan baik antara allah dan manusia tidak akan sirna... "
Allah menciptakan hamba nya agar mereka mengingat-Nya. Allah memberikan rezeki kepada makhluk agar mereka bersyukur kepada-Nya. Namun, banyak yang menyembah dan bersyukur kepada selain-Nya. Sebab, kecendrungan untuk membangkang, mengingkari, dan kufur terhadap nikmat demikian dominan dalam diri manusia. Karena itu, jangan merasa aneh apabila mereka mengingkari kebaikan anda, serta melupakan budi baik anda.
Bahkan, bisa jadi mereka memusuhi serta jadi dengki kepada anda lantaran anda berbuat baik pada mereka. "Mereka tidak menyiksa kecuali lantaran Allah dan Rasul-Nya mencukupi mereka dengan sebagian karunia-Nya"
Perhatikanlah lembaran dunia yang nyata ini. Di dalamnya terdapat cinta tentang ayah yang telah mendidik, memberi makan, minuman, pakaian, dan pengajaran kepada anaknya. Sang ayah rela begadang sampai si anak tidur, rela lapar sampai si anak kenyang, serta rela dirinya penat sampai anak nya beristirahat. Namun, ketika beranjak dewasa dan kuat, si anak ibarat anjing galak terhadap anak nya. Ia menghardik, memaki, durhaka, dan menjadi bencana.
Karena itu, orang yang lembaran kebaikannya lenyap di hadapan mereka yang fitrahnya rusak hendaknya bersikap tenang. Hendak nya ia merasa cukup dengan pahala di sisi Tuhan.
Postingan ini tidak mengajak anda untuk menanggalkan perbuatan mulia dan menghentikan sikap berbuat baik kepada orang. Maksudnya, anda harus siap menerima sikap orang yang mengingkari kebaikan kita. Janganlah risau dengan tingkah laku mereka.
Seringkali, kita niat dan berbuat baik kepada orang, kita (terkadang) berharap orang itu menimbal kebaikan terhadap kita. Yaa benar, saya tidak munafik, jika saya baik kepada A mungkin saya berharap si A tersebut juga bisa baik kepada saya. Tapi saya salah, sekali lagi saya salah. Saya kemudian berpikir, mengapa harus bersifat timbal balik? apakah mungkin kebaikan yang kita beri itu menjadi yang terbaik buat dia?. Kadang kita baik sama orang, orang itu malah kurang peduli, bahkan bisa saja menjadi musuh dalam selimut. Kadang kita juga berpikir, kita sudah berjuang untuk dia tapi apakah dia mau memperjuangkan apa yang sudah kita perbuat? Hemm..
Kerjakanlah kebaikan dengan mengharap rida Allah. Dengan demikian, anda telah sukses dan berhasil, tak peduli orang lain menyepelekan dan mengingkarinya. Pujilah Allah karena anda telah berbuat baik, sementara ia berbuat buruk. Tangan diatas lebih baik daripada Tangan dibawah.
"Aku mengajarinya memanah setiap hari..
Ketika lengan nya telah kuat ia justru memanahku...."
