Ketika seseorang telah merasakan jatuh cinta, hidupnya bagaikan seperti di surga, jadian,sebulan, dua bulan, sembilan bulan, bahkan sampai ada yang pacaran bertahun-tahun, konflik demi konflik, kerikil demi kerikil yang mereka jalani selama berpacaran mereka lewati bersama. Pahit, manis, asem, kecut, mereka juga alami bersama. Setelah banyak konflik dan kerikil yang mereka lewati ternyata sudah mencapai puncak 'titik akhir' dalam sebuah hubungan, akankah hubungan mereka cukup sampai disini? Akankah mereka masih mempertahankan komitmen-komitmen mereka? Jika mereka udah gak sanggup lagi, yaap the end lah sudah yang namanya 'pacaran,' setelah itu baru deh jadi mantan......
Bicara tentang mantan hemm sepertinya topik yang menarik untuk dibahas, check this out!!
Mantan ohh mantan.. setiap yang udah jadi mantan pasti pernah pacaran. Punya kenangan-kenangan indah, misalnya nonton, makan, jalan, hal yang dilakukan pun terasa jadi indah. Pernah gak sih kalian menyesal setelah putus dari orang yang kita sayang? Atau mungkin malah seneng karena cinta nya hanya status palsu? . Beberapa survey membuktikan, orang yang baru putus, seminggu dua minggu tuh punya kerjaan yang sangat amat rajin yaitu "Stalker". Yap men-stalker-in mantan kita di jejaring sosial, entah itu facebook, twitter, bbm, nge-check gituu deh hal yang ter-update dari mantan kita, apakah dia senang, apakah dia sedih, dan apakah dia sudah menemukan pengganti nya *jleb* hahaha...
Beberapa orang setelah putus dan menjadi mantan, ada beberapa tipe orang yang yang berbeda-beda setelah melewati fase setelah putus ini :
1. Putus dengan baik-baik
Nah disinilah tipe orang yang perlu dicontoh, mereka putus dengan baik-baik, entah masalah kecil, atau tidak ada kecocokan lagi diantara mereka. Walapun udah jadi mantan, mereka tetap keep contact satu sama lain, tidak menjelek-jelekan, yang berubah paling yang biasanya panggilan nya "aku-kamu" setelah putus kembali lagi pas fase pdkt yaitu "gue-elu"
2. Putus dengan kurang baik
Fase putus dengan kurang baik ini adalah fase dimana menengahkan antara fase 'putus dengan baik-baik' dan 'putus dengan sangat tidak baik'. Entah sebuah masalah besar atau kecil yang menyebabkan putus, yang jelas fase disini tetep keep contact sih tapi yaa gitu antara niat-niat enggak enggak, kalau masalah nge jelek-jelekin? Dikit! hahaha rasa 'kekesalan' dan 'keegoisan' yang membuat mereka ngejelek-jelekin, kalau masalah panggilan setelah putus udah pasti "gue-elu" lah, yang fase putus dengan baik-baik aja gue-elu apalagi fase ini hahahaha.
3, Putus dengan sangat tidak baik
Jeng-jeng, fase disinilah yang paling seru, fase putus dengan sangat tidak baik! Dengan konflik yang sangat besar, perbedaan kepala yang gak ada yang mau ngalah, atau selingkuh, ada orang ketiga, kelima, kesepuluh hahaha. Yang jelas di fase ini setelah putus gak ada yang nama nya 'keep contact', lebih parah nya lagi kontak bbm nya di delete lah, account twitter nya di unfollow lah, di block lah, friends facebook nya di remove lah, nomer handphone nya dibakar lah, hahaha pokoknya berbagai cara dilakuiin supaya tidak berhubungan lagi sama si mantan tersebut, setelah putus juga mereka saling ngejelek-jelekin satu sama lain, si cowok nya bilang A lah, si cewek nya bilang B lah, sampe-sampe yang baca bingung mereka harus percaya yang mana hahahaa. Masalah panggilan setelah putus? gue rasa udah bukan ''gue-elu'' lagi, mungkin nama hewan kali yaa ataupun nama-nama yang seharus nya di sensor dalam fase ini.
Yaa begitulah kurang lebih bicara tentang mantan, semoga ada hikmah nya setelah membaca ini hahaha, semoga yang tadinya udah baik makin menjadi baik, yang bbm nya di delcont ayoalh di invite lagi, yang twitter nya di unfoll ayolah follow lagi, yang facebook nya di remove ayolah add lagi, tetap berkomunikasi lagi kaya dulu, walaupun si mantan ini udah punya pacar lagi atau emang udah gak sayang lagi sama kamu hahaha.
Sayangilah mantan anda! Ingat, biar bagaimanapun juga mantan kita, dia pernah hadir mengisi hari-hari kita.......................... Wassalam!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar